Jumat, 15 Januari 2016

Kuliner Yogyakarta



1.        Oseng Mercon Bu Narti


Tempat makan atau wisata kuliner di Yogyakarta yang berikutnya adalah Oseng Mercon Bu Narti yang beralamatkan di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Purwodiningratan yang tentu saja sangat populer di kalangan para pencinta kuliner Jogja. Kenapa di namakan oseng mercon? Karena masakan yang ada di Oseng Mercon Bu Narti ini merupakan sebuah makanan pedas di Jogja yang tentu saja akan sangat cocok bagi para pencinta makanan pedas. Beberapa bahan yang ada di Oseng Mercon Bu Narti ini seperti misalkan saja gajih, tulang muda, kulit dan kikil yang tentu saja bercampur dengan cabe rawit yang terkenal sangat pedas itu bisa membuat lidah para pencinta makanan pedas bergoyang. Ada juga beberapa menu makanan lainnya di Oseng Mercon Bu Narti ini seperti babat, rempelo, bebek, burung dara, lele dan untuk penangkal pedas, wisata kuliner di Yogyakarta ini juga menyajikan berbagai minuman untuk meredakan pedas yang anda landa.



2.        Bakso Idola


Tempat wisata kuliner di yogyakarta yang berikutnya adalah sebuah tempat makan yang dari namanya saja kita sudah bisa melihat, kira-kira makanan apa yang menjadi menu andalannya. Yups, bakso idola merupakan sebuah tempat kuliner yang di rekomendasikan bagi anda para pencinta wisata kuliner di Kota Jogja. Berdiri di sebuah tempat di kawasan Jalan Taman Siswa No. 138, tempat yang bernama Bakso Idola ini mampu menyajikan menu bakso yang sangat khas lezatnya. Bakso yang ada di Bakso Idola ini sangat enak, jadi jika anda sedang berkunjung ke Kota Yogyakarta tidak ada salahnya anda untuk mencoba mampir di tempat makan Bakso Idola ini. Anda juga bisa mengkombinasikan porsi bakso anda dengan iga sapi yang tentu saja akan menambah rasa bakso menjadi lebih gurih. Tentu saja Bakso Idola ini di siang hari sangat ramai, karena kebanyakan orang mengkonsumsi bakso pada siang hari.



3.        Ayam Geprek Bu Rum



Sebuah tempat wisata kuliner yang wajib untuk anda kunjungi adalah Ayam Geprek Bu Rum yang terletak di Jalan Wulung Lor, Papringan Depok, Yogyakarta. Tempat makan ini sangat populer di kalangan pelajar di Jogja, karena masakan sedap dan pedasnya bisa membuat Ayam Geprek Bu Rum menjadi salah satu tempat makan favorit di Jogja. Menu andalannya adalah ayam tepung yang di campur dengan sambal yang bisa di sesuaikan dengan selera anda. Beberapa lauk yang bisa menemani Ayam Geprek ini adalah misalkan saja tempe, sayur, tahu dan telur. Salah satu tempat kuliner di Jogja paling murah bisa anda dapatkan di Ayam Geprek Bu Rum ini, pasalnya hanya dengan Rp. 7000 saja anda sudah bisa menikmati sajian makanan di Ayam Geprek Bu Rum ini. Untuk dapat menikmati menu di Ayam Geprek Bu Rum ini anda harus datang ke tempat ini antara jam 10 pagi hingga jam 4 sore, jadi jangan sampai ketinggalan.



4.        Bungong Jeumpa


Satu lagi salah satu tempat makan yang ada di Yogyakarta terunik yakni Bungong Jeumpa, di tempat makan yang sudah mempunyai cabang cukup banyak ini anda bisa menikmati makanan khas Aceh yang tentu saja tidak kalah dengan makanan atau masakan khas kota lainnya. Beberapa cabang Bungong Jeumpa yang bisa anda datangi misalkan di Ruko Demangan Niaga Jalan Demangan Baru, Jalan R.W. Monginsidi No. 12, Ruko Sagan Square, Jalan Prof. Yohannes, Ruko Seturan Square, Jalan Raya Seturan dan Jalan Kaliurang KM 5. Menu yang ada di Rumah Makan Bungong Jeumpa ini adalah makanan yang di sajikan dengan bumbu rempah-rempah khas Aceh. Buka pada jam 8 pagi hingga jam 10 malam dan anda bisa memilih beberapa paket yang ada di Rumah Makan Bungong Jeumpa ini seperti Ngopi, Nge-Mie, Nge-Mil, Nge-Nas dan istilah-istilah lainnya. Sajian seperti Martabak, Roti Cane, Mie Aceh, Nasi Goreng, Kopi, Ayam Goreng dan beberapa makanan dan minuman lainnya yang sangat khas bercita rasa Aceh bisa anda dapatkan di kuliner Yogyakarta Rumah Makan Bungong Jeumpa ini.



5.        Jejamuran


Wisata kuliner Yogyakarta yang berikutnya adalah sebuah tempat makan yang beralamatkan di Niron, Pandowoharjo, Tridadi, Pandowo Harjo, Kec. Sleman, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat makan yang bernama Jejamuran ini menawarkan berbagai makanan dengan bahan utama yakni jamur. Beberapa menu andalan yang ada di Jejamuran ini seperti jamur tumis pedas, sate jamur, telor dadar jamur, puyunghai jamur dan masih banyak menu makanan yang lainnya. Bagi anda yang sedang ingin makan besar bersama dengan keluarga atau teman-teman yang jumlahnya sangat banyak, tidak perlu kwatir karena di wisata kuliner Jogja Jejamuran ini mempunyai tempat yang sangat luas yang tentu saja cukup untuk banyak orang. Selain makanan dengan bahan utama jamur, di Jejamuran ini anda bisa mendapatkan minuman yang sudah sangat terkenal kesegaran dan kelegitannya yakni soda gembira.



6.        Bakmi Shibitsu


Satu lagi sebuah tempat makan atau lebih tepatnya tempat kuliner jogja yang bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin makan dan sedang berada di Yogyakarta yakni Bakmi Shibitsu. Sebuah tempat yang telah sukses berdiri di Jalan Bantul No. 106, Bantul, Yogyakarta. Sekilas Bakmi Shibitsu ini seperti makanan jepang jika di lihat dari namanya, akan tetapi ternyata bukan, karena namanya yang unik banyak orang yang ingin mencoba cita rasa dari Bakmi Shibitsu ini. Bu Gilah adalah orang yang berada di balik kesuksesan Bakmi Shibitsu dan bisa bertahan mulai dari tahun 1980 hingga saat ini. Beberapa menu makanan yang di sajikan dan bisa anda nikmati di tempat kuliner jogja yang satu ini seperti misalkan nasi goreng, rica-rica ayam, mie goreng, mie godog dan beberapa menu yang lainnya. Di tempat ini anda bisa menentukan bahan mienya, pakai mie bihun atau mie kuning. Untuk minuman penghangat tubuh di Bakmi Shibitsu ini menyajikan Teh Jahe yang hangat.



7.        Warung Seafood Pak Jenggot


Yup, warung ini memang terdengar cukup legendaris dan berada di ruas Jl. Jend Sudirman (tepat di depan RS. Bethesda), Jogja. Di ruas jalan ini memang banyak warung tenda namun katanya hanya ada dua warung yang menjadi jujugan para pecinta kuliner, dan warung Pak Jenggot adalah salah satunya. Meski berada di ruas jalan besar dan ramai namun karena ruas jalan ini terbilang gelap dan banyak pohon, warung ini pun sedikit terselip di balik taman kecil penghias trotoar. Kerang yang dimasak dengan saus mentega ini tampak sederhana namun ketika disantap, menu ini terasa lezat dan memikat. Rasanya yang gurih terasa dibalik rasa khas dari kerangnya, Teksturnya yang sedikit kenyal nan lembut perlahan membelai lidah sembari menghadirkan sensasi kelezatan rasa yang sederhana namun pas. Menu kepiting yang saya pesan adalah menu kepiting dengan balutan saos Padang. Aromanya yang kuat serta warnanya yang kemerahan langsung membuat nafsu makan saya susah dikontrol. Menu dengan asap yang masih mengepul ini tampak begitu menggoda. Begitu disantap, rasa gurih, pedas, dan sedikit manis dari saos Padangnya benar-benar terasa begitu memanjakan lidah. Daging kepitingnya yang lembut seolah berpadu dengan sangat pas dengan saos Padangnya. Rasanya yang kaya dan pas di lidah ini memberikan sensasi kelezatan yang berlipat pada menu ini. Tak heran jika menu kepiting racikan Pak Jenggot ini konon katanya cukup direkomendasikan.



8.        Wedang Tahu Asem Gede

Wedang tahu ini bahkan bukan berupa warung, dia hanya semacam penjaja keliling dengan tempat memasak sederhana, dan dilengkapi beberapa tempat duduk plastik dimana para pengunjung bisa duduk sembari menikmati wedang tersebut. Dengan sigap, si ibu langsung meracik wedang tahu tersebut. Satu per satu isiannya dimasukkan ke dalam mangkuk kecil, dan siap dinikmati. Tahu yang diracik menyerupai flan ini hadir dalam bentuk lapisan-lapisan putih yang lembut. Rasa kedelainya yang segar dan teksturnya yang lembut langsung membelai lidah. Kuahnya yang terbuat dari gula Jawa dan jahe terasa manis dan menghangatkan. Perpaduan dari tahu dan kuahnya menciptakan kombinasi rasa yang pas di lidah, Sederhana namun begitu memikat. Satu porsi wedang tahu ini seolah tak cukup memuaskan saya, dan akhirnya saya pun memesan mangkuk kedua. Kelezatannya benar-benar membuat ketagihan. Setelah mencicipinya, saya merasa tak heran jika wedang tahu ini menjadi salah satu menu sarapan yang cukup banyak diunggah ke media sosial. Meski buka di pagi hari, gerai wedang tahu ini seolah tak kehilangan pengunjung. Justru para pekerja yang kebetulan berkantor tak jauh dari area ini yang tampak banyak memadati gerai sederhana ini. Benar-benar menu pembuka hari yang unik dan memikat.




9.        Sate Pak Min


Kawasan Wisata Kaliurang memang terkenal sebagai tempat wisata alam di kawasan Jogja. Selain itu, kawasan ini rupanya juga menyimpan potensi kuliner yang cukup menjanjikan. Tempatnya agak nyelip diantara hotel-hotel. Bahkan, untuk mencapainya, harus masuk ke dalam gang kecil. Hanya ada papan nama sederhana yang tak mencolok di depan jalan ini. Tampak beberapa pengunjung telah berada di warung tersebut untuk bersantap. Sejujurnya cukup mengherankan melihat adanya beberapa pengunjung di warung ini mengingat hari tersebut bukanlah hari libur dan keberadaan warungnya yang terselip. Sate kambingnya tidak disajikan dalam bentuk ditusuk. Hanya berupa potongan-potongan daging. Jumlahnya pun terbilang tak terlalu banyak namun secara ukuran potongan daging terbilang cukup besar. Dari penampilannya,sate ini tampak begitu menggoda. Begitu disantap, rasa manis dari bumbu kecapnya berpadu dengan rasa dagingnya yang gurih. Dagingnya yang super empuk membuat rasa bumbunya merasuk hingga ke dalam. Aroba terbakarnya membuat sate ini semakin terasa lezat dan menggugah selera. Benar-benar lezat dan tidak terduga. Saya menyantap menu ini bersama dengan menu nasi goreng klenyernya yang ngga kalah lezat. Rasanya yang gurih dan sedikit berempah ini berpadu dengan rasa daging kambingnya yang gurih. Potongan daging kambing di nasi goreng ini terbilang banyak. Hal ini tentunya membuat menu ini semakin terasa lezat, mantap, dan memuaskan. Kedua menu ini dikenai harga Rp. 20.000an per menu. Harga yang cukup wajar untuk menu olahan kambing.



10.    Bakmi Jawa Pak Par


Bakmi Jawa Pak Par ini Menu yang ditawarkan hanya ada empat, yaitu bakmi rebus, bakmi goreng, magelangan, dan rica-rica. Saya memesan seporsi bakmi goreng dan seporsi rica-rica sebagai menu santap malam saya kali ini. Saya memesan rica-rica karena saya merasa menu ini jarang dijual di warung bakmi Jawa, jadi ngga ada salahnya untuk mencobanya. Tepat setelah saya memesan, sekelompok demi sekelompok pengunjung datang ke warung ini. Untunglah saya memesan segera jadi tak perlu mengantri terlalu banyak dan lama. Saya membuka santap malam saya dengan mencicipi menu rica-rica terlebih dahulu. Saya pikir, menu ini akan menawarkan rasa yang membakar namun rupanya menu ini tak terasa pedas. Hanya sedikit rasa pedas merica yang terasa di kuahnya. Menu ini terbuat dari sisa-sisa tulang ayam dengan sedikit daging yang disajikan dengan kuah bakmi rebus. Rasanya yang gurih dan mantap membuat menu ini terasa lezat. Balungannya yang disajikan bersama dengan kuah ini membuat saya harus menggunakan kedua tangan saya untuk menikmati kelezatan rasa ayam kampung ini. Setelah puas dengan menu rica-ricanya, saya pun beralih ke menu bakmi gorengnya yang konon disebut-sebut cukup legendaris ini. Begitu dicicipi, rasa gurihnya yang mantap, sedikit sentuhan manis, serta aroma khas bakmi Jawanya memang terasa begitu memikat. Rasa telur bebek dan ayam kampungnya berhasil membuat menu ini terasa semakin mantap. Tak lupa potongan bawang gorengnya membawa sensasi gurih ini naik satu level. Untuk saya, menu bakmi Jawa ini terbukti lezat dan wajar jika membuat para penggila bakmi Jawa rela mengantri. Secara rasa, porsi, dan harga, bakmi Jawa racikan Pak Par ini terbukti memuaskan dan pantas untuk dimasukkan ke deretan nama penyaji bakmi Jawa yang wajib dicoba jika berada di Jogja. Bakmi Jawa Pak Par Jl. Kaliurang KM. 12, Jogja 17.00 - 23.00 WIB